Tahukah kamu kalau ada kegiatan walking tour yang bisa kamu ikuti untuk mengenal sejarah dan kawasan Kotagede? Salah satunya adalah walking tour bersama Museum Kotagede yang beralamat di Jalan Tegal Gendu No. 20, Prenggan, Kotagede, Yogyakarta.
Museum ini menjadi salah satu tempat untuk mengenal sejarah dan berbagai peninggalan kawasan Kotagede di masa lampau. Kamu juga bisa mengunjungi museum ini langsung secara gratis setiap Selasa hingga Minggu. Namun, museum tutup pada hari Senin, libur nasional, dan cuti bersama.
Nah, apa saja sih agenda walking tour bersama Museum Kotagede? Bagaimana cara untuk ikut berpartisipasi? Yuk, simak selengkapnya di sini.
Walking Tour bersama Museum Kotagede Jogja

Museum Kotagede Jogja dikelola oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Museum ini kerap mengadakan agenda walking tour yang bisa kamu ikuti secara gratis. Meski begitu, kegiatan ini tidak selalu tersedia.
Untuk mengetahui jadwalnya, kamu bisa memantau informasi terbaru di akun Instagram resmi mereka, yaitu @museumkotagede.
Kamu hanya perlu melakukan pendaftaran melalui formulir yang tersedia. Kuota peserta terbatas, jadi sebaiknya segera mendaftar jika ingin mendapatkan tempat. Jika terpilih menjadi peserta, kamu akan dihubungi melalui WhatsApp.
Serunya lagi, acara walking tour ini tidak hanya dilakukan dengan berjalan kaki. Sesekali, kegiatan ini diganti menjadi eksplorasi menggunakan sepeda.
Baca Juga: 4 Metode Pembayaran Tiket KRL Solo Jogja Beserta Daftar Stasiunnya
Tenang saja, sepeda juga sudah disiapkan. Kamu hanya perlu datang dan menyiapkan fisik yang sehat dan kuat untuk mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
Selain itu, panitia juga telah menyediakan snack untuk peserta. Jadi, kamu tidak perlu khawatir bakal kelaparan maupun kehausan.
Rangkaian Acara Walking Tour bersama Museum Kotagede Jogja
Acara walking tour bersama Museum Kotagede Jogja biasanya dimulai pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB. Saat datang, kamu perlu mengisi buku tamu terlebih dahulu. Setelah itu, panitia akan memberikan name tag yang digunakan selama acara dan perlu dikembalikan setelah kegiatan selesai.
Setelah seluruh peserta berkumpul, perjalanan akan dimulai dari Museum Kotagede. Kamu akan didampingi oleh beberapa pemandu yang siap menjelaskan sejarah dan berbagai peninggalan yang ada di sepanjang perjalanan.
Menyusuri Perkampungan Kotagede

Perjalanan pertama akan membawa kamu menyusuri perkampungan di kawasan Kotagede. Di sini, kamu bisa melihat langsung bagaimana bangunan bersejarah masih berdampingan dengan rumah-rumah warga dan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Salah satu yang menarik adalah Omah Kalang, yaitu rumah bergaya khas masyarakat Kalang yang pernah berkembang di Kotagede. Rumah ini umumnya memiliki ukuran besar dengan arsitektur yang cukup mencolok. Keberadaan Omah Kalang menjadi salah satu jejak sejarah perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat Kotagede pada masa lalu.
Selain Omah Kalang, kamu juga akan diperkenalkan dengan Omah Pesik. Rumah ini menjadi salah satu bangunan yang menarik untuk diamati karena memiliki karakter arsitektur dan cerita tersendiri dalam sejarah permukiman Kotagede.
Sepanjang perjalanan, pemandu akan menjelaskan berbagai cerita di balik bangunan dan lingkungan yang kamu lewati. Jadi, kamu tidak hanya berjalan kaki, tetapi juga bisa mengetahui bagaimana kawasan Kotagede berkembang dari masa ke masa.
Karena rute walking tour melewati perkampungan yang masih dihuni warga, kamu perlu tetap bersikap sopan dan santun. Jangan memasuki area pribadi tanpa izin dan usahakan tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Berkunjung ke Masjid Kotagede

Setelah menyusuri perkampungan, perjalanan dilanjutkan menuju Masjid Gedhe Mataram Kotagede. Masjid ini merupakan salah satu peninggalan penting yang berkaitan dengan sejarah Mataram Islam di Kotagede.
Di kawasan masjid, kamu bisa melihat berbagai unsur arsitektur yang memperlihatkan perpaduan antara budaya Islam dan tradisi Jawa. Pemandu juga akan menceritakan sejarah masjid serta kaitannya dengan perkembangan Kotagede pada masa Mataram Islam.
Mengenal Sendang Seliran

Dari kawasan masjid, perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Sendang Seliran. Sendang ini berada di kawasan yang berkaitan erat dengan kompleks makam raja-raja Mataram di Kotagede.
Sendang Seliran memiliki cerita sejarah yang berkaitan dengan masa awal Mataram Islam di Kotagede. Keberadaannya juga tidak terlepas dari kisah Ki Ageng Pemanahan dan Panembahan Senopati.
Baca Juga: Aktivitas Seru & Edukatif Keluarga di Taman Sriwedari Solo
Menariknya, Sendang Seliran hingga kini masih menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat. Salah satunya adalah tradisi Nawu Sendang Seliran, yaitu kegiatan membersihkan sendang yang dilakukan secara turun-temurun.
Di sini, kamu bisa mendengarkan penjelasan pemandu mengenai sejarah dan berbagai cerita yang berkembang di sekitar sendang. Kamu juga akan diajak melihat area Sendang Putra dan Sendang Putri yang menjadi bagian dari kawasan tersebut.
Belajar Bermain Gamelan

Setelah berjalan-jalan menyusuri kawasan bersejarah, rangkaian acara dilanjutkan dengan kegiatan budaya. Kamu dan peserta lainnya akan diajak belajar memainkan gamelan bersama pelatih.
Tidak perlu khawatir kalau kamu belum pernah memainkan gamelan. Kegiatan ini ramah untuk pemula dan kamu akan mendapatkan arahan dari pelatih. Peserta bahkan akan diajak memainkan tembang Jawa bersama-sama
Kembali ke Museum Kotagede

Setelah seluruh rangkaian perjalanan selesai, agenda walking tour akan kembali berakhir di Museum Kotagede.
Di sini, kamu dan peserta lainnya akan diajak melihat berbagai koleksi yang ada di museum. Pemandu akan menjelaskan sejarah dan cerita di balik sejumlah peninggalan yang dipamerkan.
Penutup
Jadi, walking tour bersama Museum Kotagede bisa menjadi pilihan menarik buat kamu yang ingin mengenal sejarah Kotagede dengan cara yang lebih seru.
Bukan hanya berjalan kaki, kamu juga bisa menyusuri perkampungan, melihat bangunan bersejarah, mengunjungi Masjid Kotagede dan Sendang Seliran, hingga mengenal berbagai koleksi di museum.
Kalau tertarik mengikutinya, pastikan kamu selalu memantau informasi terbaru dari Museum Kotagede karena jadwal walking tour tidak selalu tersedia. Jangan sampai ketinggalan pendaftarannya, ya!
Dokumentasi Lainnya












