Mencari wisata keluarga di Solo yang ramah anak sekaligus hemat biaya? Kamu dan keluarga bisa berkunjung ke Taman Sriwedari Solo.
Taman yang berlokasi di Jl. Slamet Riyadi No. 275, Kecamatan Laweyan, Surakarta ini dapat dikunjungi selama 24 jam tanpa dikenakan biaya masuk. Meski begitu, jam operasional fasilitas atau wahana di dalamnya dapat berbeda-beda.
Penasaran dengan sejarah Taman Sriwedari Solo dan aktivitas seru yang bisa dilakukan bersama keluarga? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Sekilas Sejarah Taman Sriwedari Solo

Taman Sriwedari merupakan salah satu ruang terbuka bersejarah di Kota Surakarta yang telah menjadi bagian dari perkembangan kota sejak masa Keraton Kasunanan Surakarta.
Taman seluas sekitar 9,9 hektar ini dibangun pada masa pemerintahan Susuhunan Pakubuwana X pada akhir abad ke-19 dan diresmikan pada 1 Januari 1902. Nama Sriwedari sendiri terinspirasi dari Taman Sriwedari dalam kisah pewayangan, yang digambarkan sebagai taman indah di kahyangan.
Baca Juga: 4 Metode Pembayaran Tiket KRL Solo Jogja Beserta Daftar Stasiunnya
Pada awalnya, Taman Sriwedari difungsikan sebagai tempat rekreasi bagi keluarga keraton sebelum akhirnya dibuka untuk masyarakat umum. Seiring berjalannya waktu, kawasan ini berkembang menjadi salah satu ikon wisata di Solo.
Taman Sriwedari juga pernah menjadi lokasi penyelenggaraan Pekan Raya Sriwedari, sebuah acara tahunan yang menghadirkan pameran, hiburan, serta pertunjukan seni dan budaya.
Hingga kini, Taman Sriwedari Solo tetap menjadi ruang publik yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Selain menjadi tempat bersantai, taman ini juga kerap digunakan untuk berbagai kegiatan seni, olahraga, hingga acara komunitas.
Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di Taman Sriwedari Solo
1. Bersantai di Tengah Ruang Terbuka Hijau
Taman Sriwedari menawarkan suasana yang asri dengan pepohonan rindang dan area terbuka yang luas. Tempat ini cocok untuk bersantai bersama keluarga, baik dengan menggelar tikar, mengobrol, maupun sekadar menikmati udara segar.
Jika membawa anak-anak, mereka juga dapat bermain di area terbuka sambil menikmati suasana taman. Agar lebih nyaman, datanglah pada pagi atau sore hari saat cuaca tidak terlalu terik.
2. Memberi Makan Rusa Bersama Si Kecil

Salah satu daya tarik Taman Sriwedari adalah keberadaan rusa yang dipelihara di area tertentu. Rusa-rusa di sini cukup jinak sehingga pengunjung dapat melihatnya dari dekat. Meski begitu, kamu tetap perlu berhati-hati dan mendampingi anak selama berinteraksi dengan rusa.
Kamu juga bisa membeli pakan berupa sayuran hijau atau wortel yang dijual oleh pedagang di sekitar area rusa. Aktivitas memberi makan rusa ini tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak.
Selain menghibur, kegiatan ini juga dapat menjadi sarana mengenalkan anak pada satwa sekaligus mengajarkan pentingnya menyayangi hewan dan menjaga kelestarian lingkungan.
3. Memancing Sambil Menikmati Suasana Taman

Bagi yang hobi memancing, Taman Sriwedari juga memiliki area kolam yang sering dimanfaatkan pengunjung. Suasana yang teduh dan tenang membuat aktivitas ini cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman.
Jangan lupa membawa perlengkapan memancing sendiri serta mematuhi aturan yang berlaku agar aktivitas tetap nyaman bagi semua pengunjung.
4. Berburu Kuliner Khas Solo
Setelah puas berkeliling, sempatkan mencicipi aneka kuliner khas Solo yang banyak dijual di sekitar Taman Sriwedari.
Kamu bisa menemukan berbagai pilihan makanan, mulai dari sate kere, nasi liwet, timlo Solo, bakso, hingga aneka jajanan tradisional dan minuman segar dengan harga yang relatif terjangkau.
Berkat lokasinya yang berada di pusat Kota Solo, Taman Sriwedari juga dikelilingi berbagai rumah makan dan kuliner legendaris yang mudah dijangkau. Jadi, kamu tidak perlu bingung mencari tempat makan setelah selesai berwisata.
5. Berfoto di Sudut-Sudut Taman yang Menarik
Taman Sriwedari memiliki suasana yang asri dengan pepohonan rindang, jalan setapak, serta berbagai bangunan bersejarah di sekitarnya.
Perpaduan nuansa hijau dan sentuhan budaya khas Solo membuat kawasan ini cocok dijadikan latar untuk berfoto bersama keluarga maupun teman.
Agar hasil foto lebih maksimal, datanglah pada pagi atau menjelang sore hari ketika cahaya matahari lebih lembut. Selain lebih nyaman untuk berjalan-jalan, pencahayaan alami pada waktu tersebut juga membuat hasil foto terlihat lebih menarik.
6. Menonton Pertunjukan Wayang Orang
Di kawasan Taman Sriwedari terdapat Gedung Wayang Orang Sriwedari yang menjadi rumah bagi salah satu pertunjukan wayang orang tertua di Indonesia.
Di sini, kamu dapat menyaksikan kisah-kisah pewayangan yang dipentaskan melalui perpaduan seni tari, dialog, dan iringan musik gamelan. Selain menghibur, pertunjukan ini juga menjadi cara yang menarik untuk mengenalkan budaya Jawa kepada anak-anak maupun wisatawan.
Pertunjukan digelar setiap Senin hingga Sabtu pukul 19.30 WIB. Harga tiketnya cukup terjangkau, yaitu Rp20.000 untuk wisatawan domestik dan Rp50.000 untuk wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Apa Saja Agenda Walking Tour bersama Museum Kotagede Jogja?
Pembayaran dapat dilakukan menggunakan QRIS, sedangkan tiket bisa dibeli langsung di lokasi maupun dipesan terlebih dahulu sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebelum berkunjung, sebaiknya cek jadwal lakon terbaru melalui akun Instagram resmi @wayang_orang_sriwedari, karena cerita yang dipentaskan dapat berubah setiap harinya.
7. Mencoba Jemparingan, Panahan Tradisional Jawa
Ingin mencoba aktivitas yang berbeda? Saat berkunjung ke Taman Sriwedari, kamu bisa mampir ke Lapangan Panahan Sriwedari untuk mencoba jemparingan, yaitu olahraga panahan tradisional khas Jawa.
Berbeda dengan panahan modern, jemparingan tidak hanya mengutamakan ketepatan membidik sasaran, tetapi juga melatih konsentrasi, kesabaran, dan ketenangan.
Aktivitas ini cocok untuk pemula karena tersedia pelatih yang siap mendampingi dan mengajarkan teknik dasar memanah. Biaya latihan sekitar Rp25.000 per jam, sehingga cukup terjangkau untuk dicoba bersama keluarga atau teman.
Lapangan Panahan Sriwedari umumnya beroperasi setiap hari pukul 08.30–17.30 WIB, sehingga kamu bisa menyesuaikan waktu kunjungan untuk merasakan pengalaman panahan tradisional khas Jawa.
8. Belajar Sejarah di Museum Radya Pustaka

Setelah menikmati suasana Taman Sriwedari, sempatkan mampir ke Museum Radya Pustaka yang masih berada di kawasan yang sama. Museum ini merupakan salah satu museum tertua di Indonesia, didirikan pada 28 Oktober 1890 oleh K.R.A. Sosrodiningrat IV, Patih Keraton Kasunanan Surakarta. Hingga kini, Museum Radya Pustaka menjadi salah satu destinasi favorit untuk mengenal sejarah dan budaya Jawa.
Di dalam museum, kamu dapat melihat beragam koleksi bersejarah, mulai dari naskah kuno, wayang, keris, arca, topeng, hingga benda-benda peninggalan Keraton Surakarta. Koleksi tersebut memberikan gambaran mengenai perjalanan sejarah, seni, dan budaya Jawa yang masih lestari hingga sekarang.
Harga tiket masuk Museum Radya Pustaka cukup terjangkau, yaitu Rp10.000 untuk pengunjung umum, Rp7.500 bagi pelajar dan mahasiswa, serta Rp20.000 untuk wisatawan mancanegara. Museum ini buka setiap Selasa–Minggu pukul 08.00–16.00 WIB, sehingga kamu bisa mengunjunginya setelah berkeliling Taman Sriwedari.
Sebelum pulang, jangan lupa mampir ke toko suvenir museum untuk melihat berbagai merchandise khas Museum Radya Pustaka yang bisa dijadikan kenang-kenangan atau oleh-oleh.
Penutup
Taman Sriwedari Solo menjadi pilihan wisata keluarga yang menarik karena menawarkan perpaduan antara rekreasi, edukasi, dan budaya dalam satu kawasan.
Mulai dari bersantai di ruang terbuka hijau, memberi makan rusa, menikmati kuliner, hingga mengunjungi Museum Radya Pustaka, ada banyak aktivitas yang bisa dinikmati oleh segala usia.
Dengan lokasi yang strategis, akses yang mudah, serta tidak dikenakan biaya masuk ke area tamannya, Taman Sriwedari layak masuk dalam daftar destinasi saat berlibur di Kota Solo.
Sebelum berkunjung, jangan lupa mengecek jam operasional setiap fasilitas atau wahana agar pengalaman wisatamu semakin nyaman dan menyenangkan.
